Sebuah taujih

Bukan maksudku ingin berbagi nasib, Nasib adalah kesunyian masing-masing *chairil anwar

katanya Sebuah taujih

suatu hari sepulang kita berdua makan siang, dimana matahari tak mau kompromi dengan teriknya yang menyengat dan sepinya jalanan karena panggilan shalat jum’at harus dipenuhi oleh sebagian besar kaum muslimin. katamu sesaat dengan wajah berharap, sekalipun kutangkap engkau tersenyum berbeda dari biasanya.

xxxx: aku minta hak aku say!, baru kemudian aku beri hak mu. Oke
Liez: (sambil tersenyum) ah..bisa ajah…(udah tau gw juga butuh he..he..)

Aliran energi positifku mungkin tak cukup, tapi akan kucoba…dengan tersenyum…

Dalam surat Al-ashr (2-3)  Allah berfirman:
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Aku jadi bingung mau memberi apa. Setahuku taujih itu adalah sebuah arahan. sedangkan tausyiah itu nasehat.

Seperti kata sebuah Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim bahwa tidaklah beriman seseorang diantara kita, sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.

Oke.  akan kumulai saja dengan kalimat-kalimat sederhanaku.
Terkadang kita dijejali dengan masalah-masalah…terkadang kita seperti diserbu ratusan semut ataupun palu godam di kepala kita. Hingga kita terengah-engah untuk mencoba berhenti, bahkan ingin lari sebentar hanya untuk memuaskan, memastikan bahwa kita bisa tenang kembali.

Kadang juga kita seperti merasa dunia ini begitu sempit. Bertemu orang-orang yang itu-itu saja dengan pertanyaan sama, itu-itu saja. wuahhh…menyebalkannya dunia ini. samapai-sampai kita pun berkata…iya ini juga seperti udah mau mati !!!!

wekz..tunggu dulu..hei..hei…istighfar. Hati-hati…statement terakhir yang sempat kita ucapkan. Putus asa. Huwaahhh gak banget deh…masa’ terkesan putus asa begitu? Bukannya DIA gak suka dengan orang yang putus asa?…mmmhh nampaknya kita mesti kaji lagi diri kita yang sedang semrawut pikirannya.
pertama…istighfar dulu kaleee….setelah itu mungkin kita bisa menulis…Ya, jika kita gak pengen orang lain tau apa yang sedang terjadi pada diri kita. Sekedar kata “BENCI” atau “SEBAL” atau bahkan…”Aku senang” apapun itu kata terbesar dan terberat yang dipikirkan. maka tuliskanlah walau hanya satu kata. Kalo sempat ke losari..bisa aja seh teriak di sana. Tapi hati-hati…
khawatirnya kita dikira lepasan rumah sakit dadi..wakakak…:p
trus…kalo mau lanjutin tulisannya bisa juga..curhat deh puas-puasnya sampe capek2…Usahakan jangan lari mencari kesenangan lain. ya..jangan lari…tuntaskan dulu yang satu neh..okay kalo udah puas kedua, …berwudhu…shalat n berdoa..nangis puas2 juga bisa…akui dan omongin semuanya ma DIA. ungkapin semuanya sampe aliran sungai di wajah kita itu berhenti perlahan….lama-lama jiwa ini akhirnya menemukan muaranya…ada juga yang mencoba tilawah surat Ar rahman…yang mengingatkan kita kembali akan makna kesyukuran pada Nya. Fa bi ayyi a laa i rabbi ku maa tukadzdzibaan. Maka nikmat tuhanmu yang manakah lagi yang kau dustakan? mak nyoss deh…

Allah memberi kita masalah-masalah yang banyak…adalah salah satu  kesempatan bagi kita bagaimana kita menunjukkan padaNya bahwa kita makin bersyukur padaNya. Alhamdulillah masih diberi masalah…bersyukur masih dipertemukan dengan orang-orang yang sama, itu-itu saja…Justru mestinya kita bahagia. Bahwa teman-teman masih senantiasa menanyakan diri kita…senantiasa menjejali kita denagn aturan-aturan, target-target, mungkin dengan begitulah kita makin mengetahui diri kita yang sebenarnya.

Ya..rehat itu perlu..tapi jangan lama-lama…ingat lagi ma tujuan kita hidup di dunia..khalifatul fil ardhi..menjadi khalifah di muka bumi…mau jadi pemimpin, mau jadi pahlawan… ya gak boleh lemah. kalo jatuh sebentar jangan kelamaan cepat bangkit lagi…coz, ada apa gak ada kita, kereta tetap berjalan tanpa menunggu kita. kereta ini begitu cepat berlari…

Mengutip perkataan Anis Matta, bahwa pahlawan bukanlah orang suci yang turun dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali ke langit. Pahlawan yaitu orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis. Mereka hanya manusia biasa yang berusaha memaksimalkan seluruh kemampuannya untuk memberikan yang terbaik bagi orang-orang disekelilingnya. Mereka merakit kerja-kerja kecil jadi sebuah gunung: karya kepahlawanan adalah tabungan jiwa dalam masa yang lama.

okay!!! semangat lagi..tarik napas perlahan…samakan tarikan sisi kiri dan kanan bibir kita…senyumlah !!! kita harus jadi pahlawan loh…bukan pahlawan bertopeng palagi pahlawan kesianagn..tapi pahlawan dan pemimpin untuk diri kita sebelum menjadi pahlawan dan pemimpinnya umat. seep!!!

JIka kemarin-kemarin kita belum mampu berakhlak yang baik, belum mampu melakukan yang terbaik, meraih yang terbaik…maka tidak perlu menyesal berkepanjangan…ayo melangkahlah lagi… hadapi dengan baik. mari benahi dengan perlahan tapi pasti. jadilah kembali teladan yang baik dan buatlah sesuatu yang terbaik. semua sudah berlalu cukuplah semua menjadi pelajaran berharga. naik kereta lagi untuk MELANGKAH LEBIH JAUH…dan sebuah lomatan yang tinggi…

Allah SWT berfirman:
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar,  tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu, maafkanlah mereka, dan bermusyawarahlah denagn mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya”
(Q.S Ali Imran:159)

to: xxxx
petualangannya jangan kelamaan..pesanku hanya satu.
satu kotak pie rasa coklat dan keju…harganya palingan 15 ribu kau bisa traktir aku khan??? (jangan lupa lihat di kotaknya ada label halalnya ataw kagak)
mmmhhh uenakkk

^_^ jazakillah
Uhibbuki Fillah
*ririsu_chan
<bukan untuk sesiapa, namun seperti berkata pada diri sendiri>

Belum ada komentar

Leave a reply