Arsip untuk Oktober, 2007|Halaman arsip bulanan

Puisi lamunan akhir Ramadhan- Mungki R

bergetar rintihan rindu
pada sebuah bayang tak kunjung datang
di antara riak telaga warna kota bunga
di sebuah tikungan jalan mendaki

dan di bawah sekeping bulan
bisu menanti sunyi
tak terucap
tak terkata
pada malam semakin diam

hanya lirih hati dalam gumam
“Taqobbalallahuminn a waminkum, wataqobbal yaa karim, kullu ‘aamin wa antum bikhoirin”
dijalan merah memandang
lurus tak berliku
akankah masa lalu kan berulang
hari depan haruslah berbeda
adalah kabut tak nampak jelas
takdir menanti dalam asa
mungki-anna- aya
Taiwan dalam sepi Ramadhan

—-sudah kubilang, aku suka puisi..afwan neh bang Mungki, puisinya ana simpan di sini. BAGUS!!!