Arsip untuk Februari, 2007|Halaman arsip bulanan
Akhwat dalam Siyasih, tanya kenapa?
Agak panas mendengar cerita seorang akhwat dalam sebuah forum daerah beberapa waktu lalu. Pasalnya, ada akhwat daerah yang kemudian hendak sharing akan dakwah kampus/daerahnya di depan forum. Namun, di cut oleh ikhwan dengan alasan yang tidak substansi. Intinya, akhwat tersebut diharapkan tidak berada di depan forum…dengan tinjauan bla..bla..bla.. menjelaskannya saja ana sulit bahkan marah. Mengapa hari ini kita masih berkutat pada masalah seperti itu?
Adalagi sebuah forum, di mana akhwat yang diusulkan menjadi presidium siding, tapi mendapat sanggahan dari ‘partner dakwahnya’. Phuuffp…ana makin tidak habis pikir. Era muassasi yang akan kita masuki masih berkutat pada hal tersebut. Pemahaman kita akan posisi akhwat ternyata belum bertemu.
Adalagi sms yang dikirimkan ’partner dakwah’ para akhwat yang isinya mempertanyakan forum akhwat yang sudah berdiri…haruskah ada??? Dalam sesi lain, sebuah ’syura’ menetapkan bahwa akhwat tidak boleh masuk dalam calon legislatif BEM. Pernah ada isu pula, bahwa akhwat tidak boleh ikut kongres. Yang terbaru, akhwat parlemen di PAW, dan ada statemen siyasih tanpa akhwat (yang ini bisa ditolerir karena kondisi kampus). Ada lagi rapat malam ikhwan dll.
Ada lagi statement keji: syahwat siyasih akhwat cukup tinggi !!! karena melihat begitu ramainya akhwat dalam kancah politik kampus. Membangun partai, berdiskusi dengan lawan politik, berorasi dalam aksi, masuk dalam bursa kandidat ketua BEM fakultas…..
Agghhh!!
Mengapa ada tanya?
Ketika diminta kader siyasih fakultas (ikhwan) untuk mengurusi tetek bengek siyasih kampus…tak kunjung ditemukan. Giliran akhwat mau bergerak, selalu ada tanya. Masih mending tanya yang muncul, ada kalanya kecaman keji!!! S a k i t !!!!
Wahai saudaraku…mengapa tak ada ketsiqohan dalam dirimu?
Mana jiwa Qawwam yang engkau miliki….
Secara sadar, akhwat adalah kaum pengikut. Tapi bukan berarti mengikut tanpa pertimbangan apapun. Maksudnya, akhwat adalah sosok yang harusnya diarahkan, dipimpin…jika fungsi itu tak ada, maka ia pun siap untuk memimpin sendiri. Ingat istilah single parents bagi seorang ibu yang merawat anaknya sendiri tanpa ayah? Ya, akhwat memiliki kemampuan itu. Artinya, Ar Rijal Qowwamun ala Nisa. Jika ada yang memimpin, ia pun akan patuh. Namun, jika tidak, maka ia pun siap memimpin dirinya sendiri. Lantas, mengapakah lagi ada pagar-pagar yang membuat akhwat sulit berekspresi? Membuat forum akhwat, misalnya!
Ada cerita dalam sebuah forum sidang, saat para akhwat diusulkan menjadi pemimpin sidangnya, tak satupun terdengar ’partner dakwahnya’ bersedia menggantikan posisinya. Mereka sedikit egois. Kurang mampu menjaga akhwat. Padahal akhwat sudah memberi kesempatan, bahwa dirinya akan memimpin, jika yang layak memimpin tak ada, tidak sanggup. Karena, akhwat khawatir, jangan sampai saat sidang berlangsung pun, akan banyak interupsi yang mempertanyakan keberadaan akhwat di depan forum seperti yang sudah-sudah. Hal ini dapat mengguncang forum dan menghambat. Akhwat tidak siap jika itu terjadi, karena sama saja ’mempermalukan’ dirinya di depan forum. Padahal dalam situasi tersebut… begitu banyak calon pemimpin, begitu banyak sang orator, begitu banyak sang demonstran, begitu banyak sang pendobrak yang hadir, dan mampu untuk itu. Jadi ragu, jangan-jangan itu hanya retorika belaka. Jika dalam situasi perang seperti ini, kasihan akhwat…akan ditolong pada saat belati benar-benar di lehernya, saking akhwat dirasa mampu menjaga diri L. Lantas, apa bedanya dengan ikhwan dalam dunia heterogen? Di sana pun mereka berinteraksi dengan lawan politik yang juga lawan jenisnya. Berdiskusi, bercengkrama, merekapun memimpin sidang, namun ikhwan tidak mampu protes. Jika tidak tahan pun, malah menghindar. Tak mampu bicara dan bisanya ’membantai’ saudarinya dalam forum homogen. Adilkah? L Ini baru masalah amanah, persepsi…bagaimana dengan hal yang lebih berat, poligami misalnya!!!^_^
Sekarang, cukup banyak akhwat yang mampu memimpin rapat, menjadi decision maker, menjadi problem solver dan itu tidak diragukan lagi. Hanya saja pengakuan internal yang belum sanggup melihat kenyataan itu. Jika memang akhwat mendapat penjagaan, mengapa tak ada tawaran solusi bagi akhwat siyasih? Paling tidak ada pengganti para akhwat tersebut dalam amanah dakwah yang diembannya. Padahal, kerja siyasih cukup meremukkan persendian, menguras otak dan membuat wajah makin tirus.
Ada lagi yang menyatakan, jika akhwat ada depan forum, apa kata mitra??? Bah!!! Mestinya semua mampu menjawabnya. Justru Ikhwan harusnya malu karena tidak mampu merecovery kerja akhwat. Masih ingat saat akan aksi, maka akhwat bekerja sampai malam membuat jargon, umbul-umbul, ataupun bendera. Bahkan bambu pegangan jargon pun harus dipotong sendiri- kuat mAnn!!!. Dalam beberapa kegiatan pun, akhwat seperti dibiarkan membuat spanduk sendiri. Sekarang memang zamannya akhwat tidak hanya mampu bekerja internal, domestik. Ekstra domestik pun harus dikuasai…membuat pagar, memperbaiki genteng, balap motor, memperbaiki PC, dll…….??>>@@$$$###!!!! Nah lho….
Mestinya, mereka melihat, bagaimana kuota tiga puluh persen bagi perempuan di legislatif pun, tak sanggup untuk dipenuhi. Jika pembelajaran awal sudah mengalami hambatan internal, maka bagaimana seorang akhwat mampu bekerja di ranah politik, apatah lagi mendongkrak kuota mencapai empat puluh hingga lima puluh persen?
Allah tidak pernah membedakan tugas laki-laki dan perempuan. Mereka sama-sam diberi tanggung jawab untuk saling menolong dalam amar ma’ruf nahi mungkar. Banyak buktu keterlibatan muslimah dalam kegiatan dakwah Rasulullah. Aisyahpun menjadi rujukan bagi sahabat dalam belajar Islam. Fatimah dan Ummu sulaim pun dalam perang Uhud membantu prajurit yang luka, ia membawakan kendi air, sedang fatimah membantu pengobatan Rasul yang terluka. Sumayyah, syahidah pertama, Para wanita bani ghifar dalam perang Khaibar juga turut membantu rasul dalam kegiatan jihad. Ummu Imarahpun turut berperang pada perang Uhud. Shafiyah binti Abdul Muthalib r.a juga turut dalam perang Uhud dan Khandak. Asma binti Yazid yang membunuh sembilan musuh pada perang Yarmuk. Perjuangan Ibunda Zainab al-ghazali, subhnallah …..
Kini, begitu banyak isu perempuan yang tidak tertangani oleh akhwat. Kepemimpinan akhwat harus di mulai dan berjalan baik. Mampu menghadapi masyarakat yang apatis. Mereka telah diambil hatinya oleh kaum penuh motif, akhwat harus kreatif.
Forum akhwat harus dipertahankan, untuk pencerdasan akhwat. Mengingat banyak akhwat yang mudah ditekan, dipengaruhi, pemalu, dan tidak kreatif jika bersama ’partner dakwahnya’. Forum pencerdasan itu, mungkin belum terasa hasilnya, tapi, minimal jadi bekal mengarungi kehidupan yang lain. Wallahu A’lam…
Ruang ide-Q di rumah Q-tha
Jangan pernah melihat ikhwan akhwatnya, tapi lihatlah apa yang diperjuangkanya. Ikhwan dan akhwat, keduanya harus mampu menjawab tantangan zaman. Saling mendukung, bahu membahu mendirikan bangunan dakwah. Bukan bercerai berai, menyimpan dendam. Zionis makin tak terkendali. Kita tak boleh terlena. Masalah internal harus disudahi.Ilmu harus diperdalam. Mungkin selama ini kita kurang Ilmu, tapi tak menyadarinya.Sehingga gerakan tidak berkah. Tetap berjuang Akhi..Ukhti..Allah bersama kita Allahu Akbar !!! *sang jurnaliez _191206-15.10_
All I am
Heatwave – All I Am
Who do you think you see
When you look at me
Is it somebody strong
Somebody you could admire
And who do you think I am
When I take your hand
Are you counting on me
To fill your dreams and your desires
Well all I am
Is lonely just like you
All I wanna do
Is have one dream comes true
All I am
Is handing you my heart
Hoping to be part of you
Who do you think you are
Standing in the dark
Are you waiting for me
Why can’t I reach you from here
Oh, how do I get to you
When you look me through
Don’t you think that maybe
We have something special to be shared
Well all I am
Is lonely just like you
All I wanna do
Is have one dream comes true
All I am
Is handing you my heart
Hoping to be part of you
TO: K’niar, laa tahzan!
Media VS pembaca
Believe or not. bahwa media melakukan agenda setting terhadap wacana yang berkembang selama inih? contohnya saja berita2 pilkada yang saat ini lagi santer2nyah di’biak’kan di halaman2 politik….bersambung (buru2 kali, mau pulang…)
Mom…
Momm..
hari ini aku merindukanmu
Aku tahu bahwa diriku selalu dalam do’amu
tapi, aku pun selalu mngecewakanmu
maafkan aku momm..
Momm…
aku juga merindukan rumah
menyirm bunga-bunga
atau tertawa bersamamu di beranda rumah…
Moom…
Luka yang kau simpan lama
semoga menjadi buah yang kekal di syurga…
allah sangat mencintaimu Momm
sebagaimana engkau mencintai-Nya
Senja hapus dukamu
semua akan berlalu
tak ada air mata
yang ada lengkungan indah di bibirmu…
KICKSTART! 2007 MAKASSAR
In-Docs mengundang para peminat film dokumenter untuk mengikuti program beasiswa pelatihan dan produksi film dokumenter bagi pemula. Program tahunan bertajuk KickStart! ini pada tahun 2007 akan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan.
OBJEKTIF |
|
Komentar (5)
Tinggalkan sebuah Komentar
Tinggalkan sebuah Komentar