Arsip untuk Januari, 2007|Halaman arsip bulanan
Kematian yang misteruis
Rada ngeri mau cerita tentang kematian. Pasalnya hidup itu emang gak tau kapan ujungnya. Lihat saja hari ini, kita, okelah masih seiring sejalan (cieh) tapi gak tau besok, lusa, taon depan, atau kapanpun… kita gak tau ajal ini kapan menjemput.
Kemarin, sister gue cerita tentang meninggalnya teman sepondok dulu pas semester dua…Bener2 deh, gak nyangka abiz. Beliau anak perikanan 2002. Kematiannya cukup misterius, coz temen2 pondokan lain gak tau kabar nya juga. Mereka aja taunya dari pacar almarhumah. Sampe2 Ibunya ajah gak tau kematiannya. Pondokan geger deh…misterius banget kayak ditipi…
Bener2 ya.. hari ini kita masih cekikikan bareng…tapi, kita gak tau besik gimana.
alhamdulillah berada dalam komunitas nasehat menasehati, jadi kalo ngelenceng dikit ditegur dan terpacu untuk memperbaiki diri selalu dalam rangka mencari bekal TOEK AKHIRAT…
so, gih..cari juga komunitas yang sama..di dunia bentar banget bo!!!cuman tempat singgah…
Watchawww!!!
Tarbiyah gitu Lho!!!
Abang Lorend
Keren banget nih abang. Beliau adalah seorang bule muallaf yang gak sungkan untuk ngebantu anak-anak. Beliau punya hamasah yang luar biasa. Di panti asuhan yang dikelolanya ia turut andil dalam “membesarkan” anak-anak di sekitarnya, baik yang kurang mampu ataupun yatim piatu. Subhanallah. Ngajarin anak-anak dengan bahasa asing adalah kebiasaannya di panti. menyiapkan makanan, membersihkan alat-alat rumah tangga pun, ia tidak sungkan bersama anak-anak panti.
Mestinya kita malu. Beliau yang baru mengenal Islam udah tau bagaimana melayani fakir miskin, yatim piatu…kita? sudahkah kita bersedekah untuk mereka, senyum sekalipun?
Wallahu’alam
Hujan
Sedari pagi, hujan mengintai kota Makassar. setelah itu, kota pun basah. Mungkin ada yang menggerutu, mencak-mencak karena tidak membawa payung, ataupun bermalas-malasan di rumah, merasa kativitas terhalangi…atau menyumpah-nyumpah dengan alasan apa saja yang negatif dan menyalahkan hujan hari ini.
Siang menjadi pagi dan matahari malas untuk memunculkan dirinya. Pakaian menjadi basah, sepatu pun harus berkorban sedikit rusak…
Wah, jika semua makhluk di bumi menyesalkan kehadirannya, entah dimana nasib kesyukuran, yang disembunyikan di balik pagar kata.
Allahumma Shayyiban Naafi’an
Ya Allah, sermoga Hujan ini membawa manfaat bagi kami…
mestinya do’alah yang pantas kita ucapkan, sehingga tidak ada aktivitas kita yang menjadi terganggu akibat hujan hari ini. Menjadikannya sebagai berkah dan rezeki hari ini. Jika saja semua orang di bumi mengetahui do’a ini dan memanjatkannya…Subhanallah seperti durian runtuh, rezeki dan berkah itu bingung dimana harus menyembunyikan diri, karena tidak ada tempat persembunyian bagi mereka. Karena mereka harus memperlihatkan dirinya untuk kebhagiaan makhluk-Nya.
Inilah aku..berkah dan rezekimu yang datang saat hujan.
Seperti hari ini, saat hujan sayapun memiliki semangat baru untuk menyusun skripsi dengan jdul baru dan energi baru, yang saya yakini akan mampu dijalani.
Zmangat LIEZ !!!
semoga sahabatku juga demikian…
(Redzone-01)
Seonggok kisah
Sudut hati yang rapuh
dan kepala yang pening
Mengulang semua rekaman cerita
Sudut hati yang galau dan lumpuh
Mengenang kebaikanmu
Sudut hati yang tak dapat berbohong
mengatakan dirimu hampir mati
Dalam jiwaku
Terima kasih
Untuk dirimu yang angkuh
Untuk pelajaran memahami
Untuk pelajaran kesabaran
Dan pelajaran untuk tidak putus asa
Tentang Sahabat
Kemarin kami berbicara tentang sahabat….
Sahabat,
Kemana lagi kita bertualang
seperti angin yang menyisir pantai
seperti oase di padang pasir
saat mata hampir terpejam
mulut semakin kering
dan hati semakin keruh
ruangan kau ciptakan
lapang tak bertepi
tempat kita mengadu rindu
pada sang pemilik rindu
sahabat,
kau kah di sisi?
lari ku cari
bayangmu tak ku gapai
sahabat,
jawabmu pada gundahku
pada luka memar hatiku
sepi
sahabat…
adakah kau?
Tinggalkan sebuah Komentar
Tinggalkan sebuah Komentar
Tinggalkan sebuah Komentar